Mark Zuckerberg: Menjelang Era Kematian Smartphone dan Munculnya Sebuah Teknologi Masa Depan yang Lebih Aneh dan Liar

Mark Zuckerberg: Menjelang Era Kematian Smartphone dan Munculnya Sebuah Teknologi Masa Depan yang Lebih Aneh dan Liar

Bukan rahasia lagi bahwa Mark Zuckerberg sedang gencar-gencarnya menyematkan teknologi Augmented Reality pada Facebook – teknologi citra digital yang seolah hadir secara nyata ke dunia nyata, layaknya filter-filter kamera yang ada di Snapchat. Tapi nantinya di facebook kita bisa bertemu dan ngobrol dengan sesama teman yang saling berjauhan lokasi, layaknya saling bertemu di sebuah café, teman kita akan muncul dalam bentuk citra digital yang seolah nyata, tampil di depan kita bahkan bisa kita tepuk pundaknya.

Pada konferensi F8, yang berlangsung minggu ini, Zuckerberg mempresentasikan ambisi perusahannya yang ditampilkan dalam sebuah Master Plan, rencana perusahannya pada 10 tahun mendatang. Dimana Facebook berharap bisa meningkatkan konektivitas internet melalui kecerdasan buatan, dan teknologi virtual serta Augmented Reality menjadi bagian yang layak dieksekusi dibisnisnya selama 1 dekade berikutnya.

Master Plan Facebook untuk 10 tahun mendatang, pertama kali di ungkap ke media pada bulan April 2016.

Untuk meningkatkan akselerasi penggunaan teknologi Augmented Reality, yang merupakan bagian besar dari mimpi facebook, Zuckerberg telah meluncurkan platform Camera Effects – yang pada dasarnya akan mempermudah akses pengembang dari luar untuk membangun aplikasi-aplikasi tambahan yang menggunakan aplikasi kamera pada Facebook. Secara teoritis hal ini akan membuat Facebook mampu membuka pintu peluang kehadiran fenomena baru berikutnya yang berkelas dan berkembang pesat layaknya kehadiran “Pokémon Go” beberapa waktu lalu.

Pengumuman ini tampaknya terlalu biasa dan sekilas tidak berbahaya bagi para pesaingnya, tapi jangan salah, Facebook sekali lagi telah menempatkan dirinya dalam persaingan langsung Head to Head dengan Google dan Apple, mencoba menciptakan satu lagi teknologi yang bersifat paralel, dan tidak bergantung pada pasar smartphone. Seperti pernah tercatat di New York Times, Zuckerberg pernah menyampaikan kekesalannya karena Facebook tidak pernah membangun sistem operasi smartphone yang kredibel.

Yaa.. Facebook telah membunyikan genderang perang terhadap semua orang yang terlibat di industri teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun hal ini akan memakan waktu paling cepat selama satu dekade, tapi hal-hal yang sedang dibicarakan Facebook pada minggu ini adalah satu tonggak sejarah, catatan tentang public commitment sikap dari facebook menuju era kematian smartphone dan munculnya sebuah teknologi masa depan yang lebih aneh dan liar.

Mengapa kita harus membeli TV?

Zuckerberg menepuk tangannya, sesaat, ketika presentasinya telah mencapai tentang visi perusahaan di bidang augmented reality – yang ditampilkan dalam bentuk kacamata yang mudah dipakai dan berpenampilan standar – dia menunjukkan kepada publik bagaimana kita nantinya akan memiliki “layar” virtual di ruang tamu, jauh lebih besar dari TV terbesar yang pernah kita lihat .

“Kita tidak akan memerlukan TV fisik, kita nanti bisa membeli aplikasi TV berbayar hanya sebesar $1 dan meletakkannya di dinding lalu menontonnya,” kata Zuckerberg kepada USA Today menjelang keynote-nya. “Sebenarnya akan sangat menakjubkan, saat Anda paham, berapa banyak barang ‘fisik’ yang akan kita miliki tanpa perlu bentuk fisik.”

Sejauh ini, hal ini terdengar masuk akal, dengan asumsi kita benar-benar menyukai komputer menempel di wajah kita (dan tetap merasa baik-baik saja dengan berbagai bug’s atau glitches yang mungkin akan selalu kita temui). 😀
Zuckerberg bahkan memamerkan sebuah instalasi seni jalanan yang hanya berupa dinding kosong sampai dia kemudian melambaikan aplikasi kamera Facebook di atasnya dan secara tiba-tiba sebuah karya mural muncul di dinding kosong itu.

Bagi Google dan Microsoft, yang telah mencelupkan jari kakinya ke area ini, dengan kacamata google glass serta HoloLens, hal ini adalah keniscayaan. Alex Kipman, Bos HoloLens baru-baru ini juga telah menyebut “kematian smartphone adalah sebuah keniscayaan”, sebuah kesimpulan alami dari berkembangnya teknologi augmented reality beserta teknologi-teknologi yang terkait dengannya.

Perang Dunia

Masalahnya, kemudian adalah sebagian besar ekonomi dunia saat ini sangat tergantung pada produksi ponsel, TV, tablet, dan semua hal lain yang menurut Facebook bisa diganti dengan teknologi ini.

Bahkan Zuckerberg pun sendiri mengakui bahwa kendala terbesar saat ini adalah jalan yang begitu panjang bagi banyak orang dalam melakukan kampanye serta menerima teknologi visioner ini. Konon, platform Camera Effects ini, seandainya berhasil menarik segelintir saja pengguna, sudah dianggap sukses dan siap turun sebagai langkah cerdas selanjutnya. Yeah, saat ini Aplikasi yang dibuat untuk Kamera Facebook memang hanya bisa berakhir dalam versi pertama yang akan Anda gunakan dengan kacamata pintar. Tapi langkah selanjutnya, mind blowing!

Dalam jangka pendek, saat ini Facebook memang terkesan masih hanya berusaha bermain-main dan meniru Snapchat – tapi bagaimana lagi, Facebook masih membutuhkan kecintaan dari pengembang dan pengguna, jadi Facebook masih bekerja keras menawarkan tool/alat-alat tambahan yang menyenangkan dan ‘lucu’ agar pengguna tidak beralih dari menggunakan facebook.

Namun, dalam jangka panjang, era komputasi jenis baru yang di idam-idamkan oleh Facebook – dan hampir semua perusahaan teknologi di luar sana, akan terjebak dalam medan saling baku tembak, melawan raksasa Apple, Google, Microsoft, dan masih banyak lagi. Namun mimpi facebook ini tetaplah memiliki arti.

Sumber:
• Mark Zuckerberg – Facebook F8 event (full AR presentation) https://www.youtube.com/watch?v=OFkEHEWPZSU
• Mark Zuckerberg Sees Augmented Reality Ecosystem in Facebook
https://www.nytimes.com/2017/04/18/technology/mark-zuckerberg-sees-augmented-reality-ecosystem-in-facebook.html?mtrref=t.co
• Facebook Spaces: A New Way To Connect With Friends In VR
https://newsroom.fb.com/news/2017/04/facebook-spaces/

Penulis : Denikian

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *