Pengaruh Buruk yang Mungkin dari Media Sosial

Pengaruh Buruk yang Mungkin dari Media Sosial

Selain memberikan manfaat yang baik, seperti manfaat bagi pemasaran di bidang bisnis maupun manfaat-manfaat baik lainnya dalam kehidupan pribadi dan bersosial, Media Sosial ternyata juga memiliki sisi-sisi negatif. Berbagai studi ternyata memperkuat argumen seputar bahaya dari media sosial.

Pada bulan Mei 2017 lalu, Royal Society for Public Health Inggris telah mempublikasikan hasil penelitiannya yang berjudul #StatusofMind Penelitian ini melibatkan data dari anak-anak muda berusia antara 14-23 tahun. Yang mencakup penelitian tentang masalah-masalah kecemasan, depresi, dan citra tubuh. Royal Society mempelajari lima platform media sosial yang paling berpengaruh saat ini, yaitu Instagram, Snapchat, Twitter, Facebook dan bahkan Youtube, yang semakin populer lewat vlogging.

Hasilnya, media sosial Instagram ternyata paling memberikan dampak negatif pada gangguan kesehatan mental pada sampel data anak-anak muda tersebut. Uniknya youtube di klaim paling ‘bersih’, sayangnya paling ‘bersih’ yang dimaksud tidak bearti membuat youtube bebas dari tayangan-tayangan negatif, Platform streaming video ini telah menyumbang banyak hal negatif seperti gangguan tidur, citra tubuh, bullying, dan FOMO (Fear of Missing Out) yaitu gangguan mental akibat ketakutan tidak mendapatkan informasi terbaru. Meskipun begitu kelima media sosial tersebut tetap mampu memberikan hal-hal positif seperti kemampuan membangun komunitas dan kemampuan mengekspresikan diri.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang-orang yang memakai media sosial seringkali melaporkan dampak negatif berupa kecemasan yang meningkat serta masalah kesehatan mental lainnya. Akibatnya, para anak muda yang disurvey berharap agar media sosial mewnghadirkan fitur berupa peringatan berupa popup misalnya, jika kita terlalu lama berinteraksi di media sosial, untuk mengurangi kecanduan menggunakan media sosial.

Shirley Cramer, chief executive Royal Society menjelaskan “Platform Media Sosial seharusnya mampu membantu anak-anak muda terhubung satu sama lain bukannya memicu krisis kesehatan mental” Dia yakin bahwa media sosial sangat berperan dalam ketidakbahagiaan anak-anak muda tersebut. “Kita perlu mengajari anak-anak muda bagaimana mengatasi semua aspek yang disebabkan oleh media sosial (baik ataupun buruk) untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi dunia yang menjadi semakin digital”

Sumber : :
https://www.rsph.org.uk/our-work/policy/social-media-and-young-people-s-mental-health-and-wellbeing.html
https://aifs.gov.au/cfca/2017/05/23/report-statusofmind-social-media-and-young-peoples-mental-health-and-wellbeing-uk

Download reportnya disini :
http://www.yhm.org.uk/wp-content/uploads/2017/05/RSPH-YHM-Social-Media-Mental-Health-Report-1.compressed.pdf

Penulis : denikian

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *