Mark Zuckerberg Meminta Maaf di Koran

Mark Zuckerberg Meminta Maaf di Koran

Jogjatronik.com – Miris, Akhirnya Facebook melalui CEO-nya mengakui, bahwa terdapat sekitar 50 juta data pribadi pengguna facebook telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica (sebuah firma analisis data). Perlu diketahui bahwa Cambridge Analytica bekerjasama dengan Tim Kampanye  Donald Trump untuk memenangkan Donald Trump pada Pilpres 2016 tahun lalu.

Akibat skandal yang mencoreng Facebook ini, Mark Zuckerberg (CEO Facebook), akhirnya angkat bicara melalui akun Faceboo-nya. Dan meminta maaf serta berjanji untuk memperbaiki sistem keamanan Facebook dan akan lebih serius menangani perlindungan privasi para pengguna Facebook. Tidak hanya itu, Mark Zuckerberg diketahui juga telah meminta maaf secara terbuka lewat beberapa media besar, seperti New York Times, Wall Street Journal, dan Washington Post.

Berikut Transkrip Permintaan Maaf dari mark Zuckerber

We have a responsibility to protect your information. If we can’t, we don’t deserve it.

You may have heard about a quiz app built by a university researcher that leaked Facebook data of millions of people in 2014. This was a breach of trust, and I’m sorry we didn’t do more at the time. We’re now taking steps to make sure this doesn’t happen again.

We’ve already stopped apps like this from getting so much information. Now we’re limiting the data apps get when you sign in using Facebook.

We’re also investigating every single app that had access to large amounts of data before we fixed this. We expect there are others. And when we find them, we will ban them and tell everyone affected.

Finally, we’ll remind you of which apps you’ve given access to your information — so you can shut off the ones you don’t want anymore. 

Thank you for believing in this community. I promise to do better for you. 

Mark Zuckerberg

Berikut terjemahan Permintaan Maaf 5 paragraf dari Mark Zuckerberg

Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi informasi Anda. Jika kami tidak bisa, maka kami tidak pantas mendapatkannya.

Anda mungkin pernah mendengar tentang aplikasi kuis yang dibuat oleh peneliti dari sebuah universitas yang kemudian telah membocorkan jutaan data akun Facebook pada tahun 2014. Ini adalah pelanggaran kepercayaan, dan saya minta maaf, karena kami tidak melakukan tindakan yang lebih baik pada saat itu. Tapi kami sekarang telah mengambil langkah untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi.

Kami telah menghentikan aplikasi semacam ini dari usahanya untuk mendapatkan begitu banyak informasi. Sekarang kami juga telah membatasi aplikasi data ketika Anda masuk menggunakan Facebook.

Kami juga menyelidiki setiap aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data, sebelum kami memperbaiknya. Kami duga kami yakin masih akan menemukan aplikasi lain yang semacam ini. Dan ketika kami menemukannya, kami akan mencekalnya dan memberi tahu kepada semua orang yang terkena dampaknya.

Terakhir, kami akan mengingatkan Anda tentang aplikasi mana yang telah membuat Anda memberikan akses ke berbagai informasi penting Anda – sehingga Anda dapat mematikannya.

Terima kasih telah mempercayai komunitas ini. Saya berjanji untuk melakukan yang lebih baik untuk Anda.

Mark Zuckerberg

Skandal Cambridge Analytica ini menjadi heboh setelah data pengguna Facebook yang dikumpulkan dan telah diduga dipakai untuk kemenangan kampanye Donald Trump pada Pilpres AS 2016 tahun lalu. Mark Zuckerberg bahkan mengakui akan dibutuhkan waktu berbulan-bulan serta anggaran berjuta-juta dollar AS hanya untuk memperbaiki berbagai masalah kepercayaan keamanan pengguna ini.

Baca Juga : Sosok di balik Kebocoran data 50 juta akun Facebook

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *