Tulisan-tulisan Karya Ibu Kita Kartini

Kartini dibidang Teknologi

Tulisan-tulisan Karya Ibu Kita Kartini

Habis Gelap Terbitlah Terang

Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Dan Armijn Pane-lah, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, yang tercatat sebagai salah satu penerjemah surat-surat Kartini yang kemudian terkumpul dan dijadikan buku dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Arminjn Pane juga disebut sebagai seorang dari Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht

Buku terjemahan Armijn Pane ini sudah dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya.

Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama melakukan surat-menyurat/korespondensi.

Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, dikarenakan adanya kemiripan pada beberapa surat.

Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.

 

Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya

Untuk kumpulan surat-surat Kartini yang ini, penerjemahan dilakukan oleh Sulastin Sutrisno. Sebenarnya penerjemahan ini adalah semacam sebuah tugas dari seorang Dosen kepada mahasiswanya agar si mahasiswa menjadi lebih lancar dalam menggunakan bahasa belanda.

Kemudian, pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap Door Duisternis Tot Licht inipun terbit. Buku kumpulan surat versi Sulastin Sutrisno terbit dengan judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Menurut Sulastin, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: “Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa”.

Menurut Opini dari Sulastin, meskipun surat-surat itu menceritakan tentang Jawa tapi yang diharapkan sesungguhnya oleh Kartini adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia.

 

Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904

Surat-surat ini diterjemahkan oleh Joost Coté. Pada surat-surat ini Joost Coté, menemukan banyak hal sensitif dan tidak ditemukan dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Menurut Joost Coté, seluruh pergulatan batin Kartini dan banyaknya penghalang pada dirinya sudah waktunya untuk  diungkap.

Buku Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904 yang terdiri dari 108 surat-surat ini, sebenarnya bukanlah berisi surat-surat Kartini kepada Nyonya Rosa Manuela Abendanon-Mandri dan suaminya JH Abendanon saja. Didalamnya juga terdapat 46 surat dari Rukmini, Kardinah, Kartinah, dan Soematrie.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *